Sebagai sebuah industri jasa, kini perspektif kualitas produk rumah sakit semakin mendekati cara pandang industri hotel dan pariwisata.
Setelah standar Internasional kualitas pelayanan rumah sakit dari JCI, kini dimulai gerakan pemberian rating atau lencana dalam bentuk Bintang.
Akreditasi dari JCI diperoleh rumah sakit yang dinilai telah berhasil menerapkan standar-standar sesuai panduan yang tertuang dalam 14 bab. Label atau gelar yang diperoleh rumah sakit tersebut adalah “terakreditasi Internasional”, artinya telah memenuhi batasan minimal kualitas pelayanan sebuah rumah sakit yang diakui di seluruh dunia.
Dalam percaturan dunia, rumah sakit yang memenuhi standar Internasional tentu tidak berada pada level yang sama. Pangkat rumah sakit tersebut salah satunya ditentukan oleh lencana berbintang layaknya hotel.
Organisasi yang memberikan lencana tersebut adalah International Health Commission (IHC). Tujuan utama IHC adalah memberikan akses pada pemangku kepentingan rumah sakit; pasien, asuransi, investor dan masyarakat. Akses pada rumah sakit dengan pangkat tertentu di dunia Internasional. Sehingga bila seorang pasien memerlukan layanan kesehatan bintang lima diluar negeri, dapat mencarinya dalam direktori IHC.
Objektivitas pangkat tersebut dijaga melalui perancangan metode evaluasi kualitas pelayanan oleh surveyor IHC. Analisa multidimensi dan komprehensif dilakukan terhadap kualitas klinis:
- Pengukuran proses inti
- Indikator keselamatan pasien
- Indikator kualitas pelayanan rawat jalan dan rawat inap
- Angka kematian
- Angka komplikasi
- Angka dirawat ulang
- Pengukuran kepuasan pasien
Hasil evaluasi dan analisa surveyor IHC terhadap suatu rumah sakit akan dibandingkan pada data-data indikator kualitas rumah sakit di Amerika Serikat dan laporan-laporan WHO.
Contoh indikator-indikator yang diperbandingkan adalah:
- Dalam kategori klinis:
keluaran hasil perawatan secara umum, perawatan bedah, medis, maternal, anak, ortopedik, jantung, bedah saraf, kanker dan respiratori.
- Dalam kategori penjagaan kualitas:
hasil survei kepuasan pelanggan, kebersihan lingkungan, rekam medis, keselamatan dan keamanan, staf keperawatan, staf medis, perlengkapan medis dan manajemen sistem informasi rumah sakit.
- Dalam kategori volume prosedur:
kuantitas dan kualitas prosedur yang dikerjakan dan 10 prosedur terbanyak serta terpenting.
Rumah sakit yang mengajukan permintaan pengukuran pangkat akan didatangi oleh tim surveyor yang terdiri dari 2 orang. Survei dilakukan dalam 2-4 hari kerja. Evaluasi terhadap dokumen-dokumen yang menunjukkan indikator diatas, observasi langsung ke lapangan dilanjutkan dengan analisa dan membandingkannya dengan data rerata rumah sakit di Amerika.

Bila rumah sakit memperoleh pangkat,
5 bintang: artinya kualitas rumah sakit tersebut diatas rerata nasional di Amerika Serikat
4 bintang: artinya kualitas rumah sakit tersebut setara dengan rerata nasional di Amerika Serikat
3 bintang atau kurang: artinya kualitas rumah sakit tersebut dibawah rerata nasional di Amerika Serikat
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di situs resmi IHC disini.

Cuma sayang ya, semakin tinggi rating pasti semakin mahal. Apalagi di Indonesia belum ada kewajiban ikut asuransi.
Ya begitulah pak Fadjar. Sebagian besar industri memang masih mengikuti arus “ada harga, ada barang” seperti hotel, termasuk juga industri kesehatan. Ada memang, bukan tidak ada, yang kualitas bintang lima, harga kaki lima seperti postingan sebelumnya disini.
Terima kasih komentarnya.